Thursday, August 24, 2017

Contoh Kalimat Present continuous Tense Positive Negative interrogative

contoh kalimat present continuous tense


Present continuous tense merupakan tenses (bentuk waktu) yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari hari. hampir setiap waktu tenses ini kita gunakan karena tenses ini berfungsi untuk menyatakan kegiatan yang sedang dilakukan pada saat itu juga.

ciri dari present continuous tense ini yaitu sebelum kata kerja (verb) ada to be (am , is , are) dan kata kerjanya (verb) mendapat tambahan ing

secara singkatnya rumus sederhana dari present continuous tense ini yaitu

a. Kalimat positive
   S + to be + V ing + O

b. Kalimat negative
  S + to be + not + V ing + O

c. Kalimat Interrogative 
  To be + S + V ing + O

berikut ini beberapa contoh kalimat present continuous tense ini saya bagi menjadi tiga kelompok berdasar jenis kalimatnya yaitu dalam bentuk positive, interrogative dan negative.

A). Kalimat Positive 


  • I am eating banana                            ( saya sedang makan pisang)
  • You are washing clothes                 ( kamu sedang mencuci pakaian)
  • We are talking about our plan         ( kita sedang membicarakan rencana kita)
  • They are singing a good song       ( mereka sedang menyanyikan sebuah lagu yang bagus
  • He is making  cakes                      ( dia sedang membuat kue)
  • She is buying new jacket             ( dia sedang membeli jaket baru)
  • My cat (it) is drinking milk        ( kucing saya sedang minum susu)

B). Kalimat Negative 

  • I am not learning english                             ( saya sedang tidak belajar bahasa inggris)
  • You are not writing novel                             ( kamu sedang tidak menulis novel)
  • They are not eating together                      ( mereka sedang tidak makan bersama)
  • We are not talking about our plan             ( kita sedang tidak membicarakan rencana kita)
  • He is not making cakes                                 ( dia sedang tidak membuat kue)
  • She is not climbing tree                                 ( dia sedang tidak memanjat pohon)
  • My cat is not drinking milk                            ( dia sedang tidak meminum susu)

B). Kalimat Interrogative

  • Am I Learning English?                                 ( apakah saya sedang belajar bahasa inggris?)
  • Are you writing novel ?                                ( apakah kamu sedang menulis novel?)
  • are they eating together?                           ( apakah mereka sedang makan bersama?)
  • are we talking talking about our plan?     ( apakah kita sedang ngomongin rencana kita?)
  • Is he making cakes?                                    ( Apakah dia (lk) sedang membuat kue?)
  • Is She climbing tree?                                 ( apakah dia (pr) sedang memanjat pohon?)
  • Is my cat drinking milk?                             ( apakah kucing saya sedang minum susu?)

Itulah Contoh Kalimat Present continuous Tense Positive Negative interrogative. Semoga bermanfaat  
 Terima Kasih.

Thursday, August 3, 2017

Contoh Soal Simple Present Tense Nominal dan Verbal


contoh soal present tense nominal dan verbal
contoh soal present tense


Kali ini admin ingin berbagi tentang kumpulan contoh soal simple present tense nominal dan verbal.
baiklah langsung saja 

A. Pilihlah bentuk  yang benar dari kata kerja di bawah ini !

wake(s) up - open(s) - speak(s) - take(s) - do(es) - cause(s) - live(s) - play(s) - close(s) - live(s) - drink(s)

1.     Ari  (_________________) football very well.

2. I never (                       )   coffee.

3. The restaurant  (                      )   at 7:00 in the morning.

4. It (                       )  at 9:00 in the evening.

5. Bad driving (                   )   many accidents.

6. My parents (                      )   in an apartment .

7. The Olympic Games (                                )   place every four years.

8. They are good students. They always (                              )   their homework.

9. My students (                              )   a little English.

10. I always (                                   )   early in the morning.

B. Isikan jawaban yang benar dari kata kerja yang telah tersedia dibawah ini !

1. The plane …………………………….. at 6.30. (arrive)

2. I will phone you when he …………………………. back. (come)

3. Unless we …………………………………. now we can’t be there on time. (start)

4. The sun ………………………………… in the east. (rise)

5. The next term ……………………………… on Monday. (begin)

6. She ………………………………… a teacher (be)

7. They ……………………………. our family. (be)

8. When does the plane ………………………………? (depart)

9. Let’s wait till he ……………………………….. his work. (finish)

10. Please ring me up as soon as he ……………………………………. (arrive)

 C. Rubahlah kata kerja berikut kedalam bentuk yang benar!


1. Indonesia  (be)   in Asia.

2. The summer   (be) hot.

3. She   (run) very well.

4. They   (open) the store at 8:00.

5. Rara   (be) a very pretty girl.

6. I   (have) several jobs.

7. Water   (boil) at 100 degrees.

8. Water   (freeze) at 0 degrees.

9. My sister   (speak) English.

10. He   (have) a big apartment.

11. A triangle   (have)  three corners.

12. My birthday   (be) in June.

13. Books   (have) pages.

14. Dogs   (be) good friends.

15. I   (work) hard.








Wednesday, May 10, 2017

PENGGUNAAN WHO, WHOM, WHOSE, WHICH, THAT, WHAT

penggunaan who, whom, whose, which, what, that dalam kalimat



A. Penggunaan WHO vs WHOM
Relative pronoun who dan whom dua-duanya berarti “siapa” kalau digunakan dalam kalimat tanya dan noun clause. However, who dan whomdua-duanya akan berarti “yang” kalau digunakan dalam adjective clause.
Dalam formal writing or speaking, penggunaan who dan whom sedikit berbeda.

a. Penggunaan WHO vs WHOM dalam kalimat tanya

Dalam kalimat tanya (interrogative),who digunakan untuk menanyakan subject kalimat.
Pola penggunaan who adalah sebagai berikut:
Who + verb + object + …?
1. Who has this great house? (Siapa punya rumah bagus ini?).
3. Who will accompany you to the party? (Siapa yang akan menemani kamu ke pesta itu?).
Kalau ketiga kalimat tanya di atas dijawab, maka akan terlihat bahwa who memang menggantikan subject kalimat.

Penggunaan WHICH dalam noun clause

Pola penggunaan which noun atau which one dalam noun clause pada prinsipnya sama dengan pola pada kalimat tanya.
1. I’d like to know which bank got robbed. (Aku ingin tahu bank yang mana yang dirampok). Noun clause sebagai object kalimat.

2. Can you predict which candidate will win the contest? (Dapatkah memprediksi kandidat yang mana yang akan memenangkan kontes?). Noun clause sebagai object kalimat.

3. I am wondering which books are on sale now. (Aku ingin tahu buku-buku yang mana yang sedang diobral sekarang). Noun clause sebagai object kalimat.

4. Which countries have been considered as developed ones can be read on Chapter three. (Negara-negara yang mana yang telah dianggap negara-negara maju dapat dibaca pada Bab 3). Noun clause sebagai subject kalimat.

5. We put the two glasses so close that we don’t know which juice is mine and which juice is his. (Kami menaruh kedua gelas (berisikan jus) begitu dekat sehingga kami tidak tahu jus yang mana jusku dan jus yang mana jus dia).

6. I can’t decide which homework must be done now. (Aku tidak dapat memutuskan PR yang mana yang harus dikerjakan sekarang?).

7. My father always asks me which language I prefer to study. (Ayahku selalu bertanya kepadaku bahasa yang mana yang aku lebih suka pelajari).

8. I want to make sure which juice you just drank. (Jus yang mana yang kamu minum tadi?).

9. Please tell me which places you will choose for your vacation! = Which ones will you choose for your vacation? (Katakan padaku tempat-tempat yang mana yang akan kamu pilih untuk liburanmu?).
Dengan menggantikan noun setelah which dengan one atau ones (jika nounnya plural) maka diperoleh kalimat-kalimat berikut:

1. I’d like to know which one got robbed. (Aku ingin tahu bank yang mana yang dirampok). Noun clause sebagai object kalimat.

2. Can you predict which one will win the contest? (Dapatkah memprediksi kandidat yang mana yang akan memenangkan kontes?). Noun clause sebagai object kalimat.

3. I am wondering which ones are on sale now (Aku ingin tahu buku-buku yang mana yang sedang diobral sekarang). Noun clause sebagai object kalimat.

4. Which ones have been considered as developed ones can be read on Chapter three? (Negara-negara yang mana yang telah dianggap negara-negara maju dapat dibaca pada Bab 3). Noun clause sebagai subject kalimat.

5. We put the two glasses so close that we don’t know which one is mine and which juice is his? (Kami menaruh kedua gelas (berisikan jus) begitu dekat sehingga kami tidak tahu jus yang mana jusku dan jus yang mana jus dia).

6. I can’t decide which one must be done now? (Aku tidak dapat memutuskan PR yang mana yang harus dikerjakan sekarang?)

7. My father always asks me which one I prefer to study. (Ayahku selalu bertanya kepadaku bahasa yang mana yang aku lebih suka pelajari).

8. I want to make sure which one you just drank. (Aku ingin meyakinkan jus yang mana yang kamu minum tadi?).

9. Please tell me which ones you will choose for your vacation!  (Katakan padamu tempat-tempat yang mana yang akan kamu pilih untuk liburanmu?).

Dan jika kita perhatikan (khususnya contoh 7-9),  kalimat tanya berubah menjadi kalimat positif (affirmative) atau juga dalam kalimat negatif,  jika digunakan sebagai noun clause. Inilah yang disebut dengan embedded question yang telah banyak dibahas pada topik: Cara Membuat Embedded Questions. Dan cara membuat noun clause dapat dibaca pada topik: Noun clauses.
C. Penggunaan WHICH dalam adjective clause
Dalam adjective clause, which hanya dapat digunakan untuk menggantikan benda.Which tidak pernah digunakan untuk menggantikan orang walaupun dalam informal speaking sekali pun.
Pola penggunaan which dalam adjective clause (relative clause) adalah sebagai berikut:

which + verb +… (jika which menggantikan subject kalimat)

which + subject + verb +… (jika which menggantikan object kalimat)
Yang juga perlu diperhatikan ketika menggunakan which dalam adjective clause adalah tipe benda yang digantikannya atau diacunya. Jika benda yang digantikannya atau diacunya singular dan uncountable maka verb yang mengikuti which juga harus singular, sebaliknya jika benda yang digantikannya atau diacunya  plural (jamak) maka verb yang mengikuti which juga harus plural.
Contoh:

1. The books which were on sale last week have been sold out. (Buku-buku yang diobral minggu lalu telah terjual habis). Which menggantikan plural noun: the books.

2. The photos which you gave me twenty-five years ago still look good in my photo album. (Foto-foto yang kamu berikan aku 25 tahun yang lalu masih tampak bagus di album fotoku).

3. The book which is on the table is mine. (Buku yang di atas meja itu adalah bukuku). Which menggantikan singular noun: the book.

4. We are studying sentences which contain adjective clauses. (Kita sedang mempelajari kalimat-kalimat yang mengandung adjective clause).

5. The movie which we saw last week wasn’t very good.
Kelima contoh kalimat ini mengandung restrictive clause, yaitu adjective clause yang tidak dapat dihilangkan dari kalimat, sebab kalau dihilangkan makna kalimatnya menjadi berubah atau menimbulkan pertanyaan bagi lawan bicara. Dalam hal ini, which dapat digunakan secara interchangable dengan THAT.


1. The books that were on sale last week have been sold out. (Buku-buku yang diobral minggu lalu telah terjual habis).

2. The photos that you gave me twenty-five years ago still look good in my photo album. (Foto-foto yang kamu berikan aku 25 tahun yang lalu masih tampak bagus di album fotoku).

3. The book that is on the table is mine. (Buku yang di atas meja itu adalah bukuku).


4. We are studying sentences that contain adjective clauses. (Kita sedang mempelajari kalimat-kalimat yang mengandung adjective clause).

5. The movie that we saw last week wasn’t very good.
Tetapi, which dan that tidak interchangable pada nonrestrictive clause, yaitu adjective clause  yang hanya memberi informasi tambahan yang tidak begitu penting kepada noun yang diterangkannya. Jika dihilangkan dari kalimat, makna kalimatnya tidak berubah dan tidak menimbulkan  pertanyaan atau tidak membuat lawan bicara bingung.
Contoh:

1. The fish, which cannot survive without water, should be kept underwater all the time. (Ikan itu, yang tidak dapat hidup tanpa air, harus selalu berada di dalam air).

2. Sea water, which is salty, is where sea weeds grow. (Air laut, yang rasanya asin, adalah tempat rumput laut tumbuh).


3. A horse, which has four legs, runs faster than a man, who has two legs.
Ajective clause pada ketiga contoh ini adalah nonrestrictive clause (perhatikan: adjective clause ini diletakan di antara koma pembuka dan koma penutup). Dalam hal ini, which tidak dapat digantikan dengan that.

1. My father has this great car. Atau disingkat:  My father does.
2. Neil Armstrong was the first human to set foot on the moon surface. Atau : Neil Armstrong was.
3. My cousin will. (Sepupuku).
Whom dalam kalimat tanya (inte/;rrogative) digunakan untuk untuk menanyakan object kalimat. Whom tidak pernah digunakan untuk menggantikan subject kalimat. Pola penggunaan whom adalah sebagai berikut:
Whom + auxiliary/kata bantu + subject + verb + …?
1. Whom do you love more? (Siapa yang lebih kamu cintai?).

2. For whom did he buy that necklace? For his girl friend? (Untuk siapa dia membeli kalung itu? Untuk pacarnya?).

3. With whom will you go to the cinema? (Dengan siapa kamu akan pergi ke bioskop itu?).
Walaupun letak whom di awal kalimat, whom ini sebenarnya menanyakan atau menggantikan object kalimat. Perhatikan jawaban dari ketiga pertanyaan di atas berikut ini. (Yang dicetak tebal adalah kata-kata yang digantikan oleh whom dan berfungsi sebagai object kalimat.
1. I love you more. (Aku lebih mencintai kamu).

2. No, It was not for his girl friend. He bought that necklace for his sister. (Bukan, kalung itu bukan untuk pacarnya. Dia membeli kalung itu untuk adiknya). Dalam kalimat ini that necklace adalah direct object, sedangkan his sister adalah indirect object.

3. I will go to the party with my cousin. (Aku akan pergi ke pesta itu dengan sepupuku).

b. Penggunaan WHO vs WHOM dalam noun clause dan adjective clause
Penggunaan who dalam noun clause dan adjective clause adalah sama dengan penggunaan who pada kalimat tanya, yaitu untuk menggantikan orang yang posisinya sebagai subject kalimat.
1. Would you tell me who has this car? (noun clause)

2. Neil Armstrong, who was the first human to set foot on the moon surface, is from the United States. (adjective clause).

3. I’d like to know who will accompany you to the party. (noun clause).
Dan begitu juga dengan penggunaan whom. Pada noun clause dan adjective clause,whom digunakan untuk menggantikan orang yang posisinya sebagai object kalimat. Bedanya dengan kalimat tanya adalah tidak digunakannya atau tidak dilakukan inversi auxiliary ke depan subject kalimat. Dengan kata lain, setelah whom langsung diikuti oleh subject kalimat. Pola ini telah banyak dibahas pada topik: How to Address Questions dan Cara Membuat Embedded Questions.

1. Please tell me whom you love more! (Tolong kasi tahu aku siapa yang lebih kamu cintai). Noun clause. Perhatikan: kata bantu DO dihilangkan karena kata bantu DO tidak digunakan dalam embedded question.

2. Do you know for whom he bought that necklace? (Apakah kamu tahu untuk siapa dia membeli kalung itu?). Noun clause.

3. My cousin with whom I will go to the party is very pretty? (Sepupuku orang yang akan aku ajak ke pesta itu adalah sangat cantik). Adjective clause.

Remember: Selalu gunakan rules di atas in FORMAL writing or formal speaking (misalnya dalam ujian di sekolah dan test TOEFL).In informal writing or speaking, however, native English speakers lebih sering menggunakan who untuk menggantikan object kalimat.
1. Please tell me who you love more!
2. Do you know who he bought that necklace for ?
3. My cousin who I will go to the party with is very pretty?

Selain itu, bule juga sering menggunakan THAT untuk menggantikan orang yang posisinya sebagai subject dan object kalimat.
1. The first human that set foot on the moon surface was Neil Armstrong. Adjective clause.
2. You’d better get dressed now because the beautiful girl that you told me last night will come over to our place in less than an hour. (Kamu sebaiknya ganti pakaian sekarang sebab cewek cantik yang kamu bilang ke aku tadi malam akan mampir ke tempat (rumah) kita dalam waktu kurang dari satu jam).
B. Penggunaan WHOSE
Relative pronoun whose jika digunakan dalam kalimat tanya juga berarti “siapa”, sedangkan jika digunakan dalam noun clause dan adjective clause biasanya diterjemahkan menjadi “nya”. Hal ini tergantung pada konteks kalimat.

a. Penggunaan WHOSE dalam kalimat tanya
Berbeda dengan penggunaan who dan whom, penggunaan whose pada umumnya diikuti oleh noun (i.e. whose + noun), dan digunakan untuk menyatakan kepemilikan  (siapa yang punya) noun tersebut. Pola kalimat tanya yang menggunakan whose adalah:
Whose noun + verb + object + …? (jika yang ditanyakan adalah subject kalimat; Lihat contoh1&2 di bawah)
Whose noun + auxilliary/kata bantu + verb + object + …? (jika yang ditanyakan adalah object kalimat; Lihat contoh 3-4)

1. Whose book is this? (buku siapakah ini?) = Who has this book?
2. Whose money got stolen? (Uang siapa yang dicuri?) = Who has the money that got stolen?
3. Whose book did you copy? (Buku siapa yang kamu copy?) = Who has the book (that) you copied?

4. Whose cloth are you wearing? (Bajunya siapa yang sedang kamu pakai?) = Who has the cloth (that) you are wearing?

b. Penggunaan WHOSE dalam noun clause dan adjective clause
Dalam noun clause dan adjective clause, makna whose pada prinsipnya sama denganhis, her, its, dan their.
1. I know the man whose car was parked in front of your house. (Aku tahu cowok yang mobilnya diparkir di depan rumahmu). Adjective clause. whose car = his car.

2. The juries are still debating whose performance was the best. (Para juri masih sedang berdebat performa siapa yang terbaik). Noun clause. whose performance = his/her performance.

3. Some Indonesian people have historic sculptures whose values are inestimable in their house. (Beberapa orang Indonesia punya patung-patung bersejarah yang nilainya tidak dapat diprediksi (saking mahalnya) di rumah mereka).  Adjective clause. whose values = their values.

4. We will leave the apartment whose rent will soon be sharply increased . (Kami akan meninggalkan (pindah dari) apartement yang sewanya akan segera dinaikkan secara tajam. whose rent = its rent.


ok guys mungkin itu sedikit penjelasan mengenai penggunaan who, whom, whose, which, what, that dalam kalimat. 

Saturday, April 1, 2017

Rumus Simple Past Tense

Hallo guys sobat EBBI kali ini saya akan berbagi ilmu tentang rumus Simple Past tense. 
Simple past tense adalah bentu waktu / tenses yang menyatakan perbuatan yang terjadi pada waktu lampau . itu mengandung arti bahwa hal itu tidak terjadi lagi di masa sekarang . nah biar mudahnya gini deh ilustrasinya..

Rumus Simple past tense

past tense itu digunakan untuk menceritakan masa lalu yang tidak ada kaitanya dengan masa sekarang , misalnya menceritakan sewaktu masa SMA atau menceritakan yang berkaitan dengan yesterday (kemarin) , Last week (minggu lalu) , Last month (bulan lalu), last year (tahun lalu), 2 years ago (2 tahun yang lalu) dll.

adapun rumus simple past tense yaitu :  Subject + V2 + Object


contoh kalimat :

1. Contoh kalimat past tense verbal (yang melakukan sebuah pekerjaan)
  • I visited my grandmother last year   = saya mengunjungi nenek saya tahun lalu
  • we came late yesterday                     = kami datang terlambat kemarin
  • they  went home last week              = mereka pulang minggu lalu
  • He broke my glassess 2 days ago   = dia mecahin kaca mata saya 2 hari yang lalu
  • My Mother called me yesterday    = ibu saya menelfon saya kemarin
  • She wrote a novel last month        = dia menulis sebuah novel bulan lalu   
  • I drank orange juice last night      = semalam saya minum jus jeruk
  • you worked very good this morning = tadi pagi kamu bekerja sangat baik     
  • we bought this sweeter last month  = kami membeli sweeter bulan lalu

Saturday, February 25, 2017

Pidato (speech) bahasa inggris tentang Gadget Addiction (pengaruh Gadget)



ok guys, kali ini admin akan berbagi ilmu tentang pidato bahasa inggris atau yang sering disebut "speech". kali ini speech yang berjudul "gadget addiction"

monggo disimak guys...



Pidato bahasa inggris tentang pengaruh gadget (speech)Believe it or not?
Imagine guys,,,,,
We have lived in an era where we cannot live without gadgets. Now we will feel more worried if we go without gadget than go without shirts? Is this right?
Ya it’s real guys it’s real,, wherever we go we will check our gadget anytime sometimes we forget to eat . even when we want to go to sleep , we can’t let our gadget away from us,,,,
It’s shocking! The truth is we have been addicted. Is that true?

Well, people around the world has become so crazy right now because gadget is the first priority in the human life..

I have a friend,,, and I want to tell about him .. can you  imagine how crazy he is… from morning to midnight he spends his time everyday for playing games it’s COC .. do u know it guys,,? Ya it’s a game which train us to be an online fighter ,, sometimes I reminded him to stop playing that game but he didn’t listen to me,, because of what guys? because He has been addicted by one thing “gadget”.
Well guys, what about our future generation if we spend whole day on gadget?

The honorable all the judges of speech contest
The honorable all the participants of speech contest
And all my beloved friends here

Assalamualaikum Wr. Wb
First of all I say my thanks to Allah SWT for his blessing which has been given to us here. Secondly Sholawat and greeting may be given to Prophet Muhammad and his families. And the last for your nice attention.

Ladies and gentlemen ,, on this occasion I want to deliver a speech entitle “ Gadget addiction effect for our future generation”. I’m ( )     from Tri Sukses Senior High School.

Ok ladies and gentlemen…
Psychologists reveal, individuals that spend long hours with gadgets everyday are not able to distinguish between emotion in the virtual world and emotion in reality. Based on surveys that was taken in various countries reveal more than 70% of people carry their favorite devices along on vacations. This proves that majority of the people around the globe cannot live without their gadgets. If you feel restless without your favorite device, it’s a sign you are addicted.

 Gadget overload is going to be hard to control. Unless every individual acts responsibly and sensibly, there’s no way out. The speed at which technological advances are taking place is a growing concern. Already, research on wearable gadgets for the future has begun, and it’s only a matter of time when wearable electronics will become a norm.

Ladies and gentlemen, brothers and sisters
In our attempt to simplify life we have become addicts to gadgets. Simple pleasures of life seem a rarity in today’s times. Will there be a new beginning? Will gadget invasion affect our future? Are
we slaves of our own creation? Is there a way out?
That’s all about my speech,, thank you,,


Ungkapan & kalimat bahasa inggris tentang "like & dislike

Ungkapan & kalimat bahasa inggris "like & dislike"

Hallo guys,apa kabar semuanya... 
kali ini admin akan berbagi ilmu tentang ungkapan dan kalimat bahasa inggris like & dislike (suka / tidak suka). 

 kalo dalam bahasa indonesia kan kita biasa ngomong " saya suka warna merah", "saya suka main bola" , "saya tidak suka pecel", saya tidak suka main basket".

nah sekarang bagaimana ungkapan -ungkapan tersebut bila dirubah kedalam bahasa inggris

kata suka dalam bahasa inggris  yaitu like (dibaca "laik) 

jika dimasukan kedalam kalimat menjadi seperti ini:

I. Suka (Like)

  • saya suka warna merah                                → I like red colour
  • kita suka / senang bermain sepak bola       → We like playing football
  • Armand Suka mancing                               →  Armand (He) likes fishing.
  • Sari suka berenang                                     → Sari likes swimming
  • mereka suka banget belanja                       →  They like shopping very much
  • kucing saya suka banget sama ikan asin    → My cat likes salty fish very much
  • kamu suka main catur                                →  you like playing chess
  • Kita suka pergi ke mall                              → we like going to the Mall
  • Ibu saya suka masak                                  →  My mom likes cooking
  • ayah saya suka membaca koran                 →  My father likes reading newspaper 

II. Tidak suka (dislike / don't like /doesn't like)
kata "tidak suka" dalam bahasa inggris ada beberapa kata yaitu : dislike & don't like / doesn't like.  namun dalam ungkapan atau percakapan sehari-hari seringnya kita menggunakan don't like atau doesn't like. yaitu "don't like" untuk subject ( I, you, we  & they)      sedangkan "doesn't like" untuk subject orang ketiga tunggal (He , She , It). 


  • Saya tidak suka warna merah                                 → I don't like red colour
  • kita tidak suka / senang bermain sepak bola       → We don't like playing football
  • Armand tidak Suka mancing                               →  Armand (He) doesn't like fishing.
  • Sari tidak suka berenang                                     → Sari doesn't like swimming
  • mereka tidak suka banget belanja                       →  They don't like shopping very much
  • kucing saya ga suka banget sama ikan asin        → My cat doesn't like salty fish very much
  • kamu tidak suka main catur                                →  you don't like playing chess
  • Kita tidak suka pergi ke mall                              → we don't like going to the Mall
  • Ibu saya tidak suka masak                                  →  My mom doesn't like cooking
  • ayah saya tidak suka membaca koran                 →  My father doesn't like reading newspaper 

NB

  • Biasanya ungkapan "like & dislike ini sering digunakan dalam percakapan menanyakan hobi atau makanan favorit dll
  • jika sesudah "like / dislike" adalah kata kerja (yang melakukan aktifitas) maka kata kerja itu ditambah "ing". contoh: I like reading 
  • jika subjectnya orang ketiga tunggal (He,She, It) maka "like"  ditambah "s" contoh                "Budi Likes sate", "She likes dancing" dll 
  • jika kalimatnya negatif maka walaupun subjectnya orang ketiga tunggal (He She It) maka "like" tidak ditambah "S". kenapa koq gitu?  soalnya sudah ada "doesn't" .
  • jika "like" diawali dengan to be (am / is / are) maka artinya menjadi "seperti"  
  • contoh   You are like gorengan    → kamu seperti (mirip) gorengan 
  • she is like Chicken  → dia seperti ayam

Ok guys, itulah materi kali ini tentang Ungkapan & kalimat bahasa inggris tentang "like & dislike. mudah-mudahan bisa bermanfaat buat kalian para sobat EBBI yaa.. 
don't forget to share if you think that this article is useful (jangan lupa buat share ya guys kalau memang artikel ini bermanfaat). 



 

Friday, February 24, 2017

Pidato Bahasa Inggris tentang "How to face Globalization Era"



Pidato Bahasa Inggris (speech) tentang "how to face globalization era"

Hallo Sobat EBBY,, kali ini admin mau berbagi tentang pidato bahasa inggris . mungkin sobat butuh referensi untuk persiapan lomba bahasa inggris tingkat sekolah atau semacamnya.
pada kesempatan kali ini admin mau berbagi tentang pidato (speech) yang berjudul "how to face globalization era"


THE IMPORTANCE OF PREPARING OURSELVES TO FACE GLOBALIZATION ERA



Do you know guys,,, long time ago .when our parents were still young. They felt so difficult to communicate if they were in the different places. Do you know? What did they do when they would like to send message? What did they do if they would like to know his friend’s condition in the different places? They used a letter. Can you imagine guys.. they had to send a letter via Post office. Sometimes it took about one week or even more than that. Whereas, they would like to send an important message. Wow. Can you imagine guys!!  What a difficult era at that time!
But right now, if we want to send a message to our friend or our parent is so fast and so easy. We don’t need to wait long time to send the message. Do you know guys what is that called??     Ya we can call it as technology. And now we are already in the different era or we can call it as the globalization era.
Well,, ladies and gentlemen in this good opportunity let me deliver a short speech about The Importance of Preparing ourselves to face Globalization Era.

Ladies and Gentlemen,,,
Nowadays our world is in globalization era and we are living in the globalization era too. However what is globalization? Globalization is the process of transformation of local or regional phenomena into global or international phenomena. This process includes transformation of economic, technological, socio-cultural and political forces. It means that, every country in this world can influence other countries. Because of globalization, this world which consists of many countries is like “a global village”. This term refers to the fact that people are considered to live in this planet without borders and without limitation. People are able to access any kinds of information easily. There is no difficulty to communicate and there is no barrier to interact with other people from all over the world.

Globalization has various aspects which affect the world, such as: in industry, finance, economy, politics, technology, and socio-culture. If our country wants to survive in this globalization era, we must be smart. We should take all of the positive effects of globalization but not the negative ones. For example: we need to adopt and learn high technology from developed country in order to develop our country. On the contrary, we don’t imitate bad attitudes or behaviors from other countries like free sex and drugs abuse.

It is a fact that there are many challenges in globalization era. It cannot be denied that globalization is related with a competition and ability to survive. The question is, what should we do in order to face the globalization era? The first one is, build up and strengthen good characters based on the religion. If we are Moslem, the guide of our lives is Islam. Second, we must master technology in order to develop our country. The last, always be ready to face any kinds of change and competition by preparing and upgrading our skills.

Ladies and Gentlemen
The effect globalization is like two sides of a coin which is never be separated. Globalization not always brings some benefits. The fact, if we are not strong enough to filter the effect of globalization, our local identity will vanish from the world. We as young generation of this country should take this matter seriously. With conserving our traditional cultures and doing good deeds as they was taught by our religion, we can stand still and survive as a country which never lose the local identity because of globalization. That’s all my speech. Hopefully, it will be useful for all of us. Thank you very much for your attention.
Wassalamu’alaikum Wr.